web analytics

Hikmah Kisah Maryam as

August 25, 2011
By harryabd

Hikmah kisah Maryam as di Al Qur?an
Bismillahirrahmanirrahim, Allahumma shalli ala Muhammmad wa ali Muhammad,
3:37. Maka Tuhannya menerimanya (sebagai nazar) dengan penerimaan yang baik, dan mendidiknya dengan pendidikan yang baik dan Allah menjadikan Zakaria pemeliharanya. Setiap Zakaria masuk untuk menemui Maryam di mihrab, ia dapati makanan di sisinya. Zakaria berkata: “Hai Maryam dari mana kamu memperoleh (makanan) ini?” Maryam menjawab: “Makanan itu dari sisi Allah”. Sesungguhnya Allah memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya tanpa hisab.

19:23. Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksa ia (bersandar) pada pangkal pohon kurma, ia berkata: Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti, lagi dilupakan”.

19:24. Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.

19:25. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu.

19:26. Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah: “Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang Manusia pun pada hari ini”.
Ayat2 tersebut diatas adalah menceritakan tentang sayyidah Maryam as,yang berhubungan dengan makanan,kisah ini menimbulkan pertanyaan bagi sebagian kita,mengapa sayyidah Maryam as mengalami hal yang kontradiksi mengenai Rizqi nya yang berhubungan dengan makanan.Jikalau kita perhatikan surat Ali Imran ayat 37,sewaktu sayyidah Maryam as masih didalam pengawasan nabi Zakaria as,makanan tersedia begitu saja sebagai hidangan dari sisi Allah swt,tetapi kalau kita perhatikan surat Maryam dari ayat 23 sampai 26,sewaktu sayyidah Maryam as lagi merasakan sakit karena akan melahirkan anak dan berada didalam beratnya kesulitan ,datanglah malaikat Jibril as memberitahu sayyidah Maryam as untuk berusaha menggoyang pohon korma dan mengambil air minum sendiri,peristiwa ini menimbulkan pertanyaan mengapa buah korma dan airnya tidak langsung tersedia,tetapi sayyidah Maryam as diharuskan berusaha untuk bekerja dengan tenaga dan kemampuannya yang tersisa untuk mendapatkan makanannya itu.
Adapun penulis berpendapat karena sayyidah Maryam as setelah ketemu malaikat Jibril as sekarang berbeda dengan dahulu sewaktu dibawah pengawasan nabi Zakaria as.sekarang sayyidah Maryam as sudah diberi tanggung jawab masalah anak yaitu nabi Isa as,sebagai seorang ibu beliau harus memelihara dan mendidik anaknya yaitu nabi Isa as,seperti kita ketahui guru pertama dari seorang anak adalah orang tuanya sendiri,oleh karenanya malaikat Jibril as atas perintah Allah swt menyuruh sayyidah Maryam as untuk bekerja mencari nafkah dengan kemampuannya sendiri seperti umumnya manusia yang lain,karena nabi Isa as akan menjadi teladan dan contoh bagi umatnya dikemudian hari,seperti semua nabi2 yang terdahulu,semuanya mereka bekerja mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhannya sendiri,jadi dengan cara seperti itu maka secara alamiah sang anak akan meniru orang tuanya mencari nafkah menghidupi dirinya sendiri,
Jikalau kita memperhatikan kisah2 di Al Qur?an mengenai mukjizat yang dilakukan para nabi seperti menghidupkan orang mati,menyembuhkan orang sakit,dan lain2 sebagainya seperti dilakukan oleh nabi Isa as dan nabi2 yang lain,tetapi mendatangkan hidangan dari langit atau melakukan mukjizat berkenaan dengan makanan ini tidak dilakukan oleh para Nabi as sebagai utusan Allah swt.
Kejadian ini pernah sekali dilakukan oleh nabi Isa as:
5:112. (Ingatlah), ketika pengikut-pengikut Isa berkata: “Hai Isa putra Maryam, bersediakah Tuhanmu menurunkan hidangan dari langit kepada kami?” Isa menjawab: “Bertakwalah kepada Allah jika betul-betul kamu orang yang beriman”.

5:113. Mereka berkata; “kami ingin memakan hidangan itu dan supaya tenteram hati kami dan supaya kami yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, dan kami menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu”.

5:114. Isa putra Maryam berdoa: “Ya Tuhan kami, turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu bagi orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama”.

5:115. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia”.

Surat al maidah ayat 112 sampai 115.ini jelas menceritakan permohonan nabi Isa as meminta hidangan dari langit yang akhirnya dikabulkan Allah swt tetapi disertai ancaman yang sangat keras seperti : 5:115. Allah berfirman: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan hidangan itu kepadamu, barang siapa yang kafir di antaramu sesudah (turun hidangan itu), maka sesungguhnya Aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah Aku timpakan kepada seorang pun di antara umat manusia”.
Inilah pelajaran bagi kita semua umat Islam,bekerja mencari nafkah yang halal adalah perbuatan mulia,dan janganlah kita berhenti berusaha dan putus asa memenuhi kebutuhan hidup kita.
Untuk masalah inilah Agama Islam mengaturnya didalam Zakat,Infaq dan Sadaqoh agar kita umat manusia saling silatur rahmi satu sama lainnya dan disertai dengan peringatan:
107:1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?

107:2. Itulah orang yang menghardik anak yatim,

107:3. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin.

107:4. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang salat,

107:5. (yaitu) orang-orang yang lalai dari salatnya,

107:6. orang-orang yang berbuat ria.

107:7. dan enggan (menolong dengan) barang berguna
Itulah surat al Ma?uun

Wabillahi Taufik wal Hidayah
Salamun alaekum
Abussalam,jakarta 25 Agustus 2011

Leave a Reply

Archives