web analytics

Nabi Sulaiman as

November 17, 2010
By harryabd

Bismillahirrahmanirrahim,

Allahumma shalli ala Muhammad wa ali Muhammad,

Berikut adalah kisah Nabi Sulaiman as tentang do’anya yang sangat kontradiksi:

Surat Shaad ayat 34 & 35 :

Shaad ayat 34

Dan sesungguhnya kami telah menguji sulaiman dan kami jadikan (dia) tergeletak diatas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian dia bertaubat.

Shaad_ayat_35

Shaad ayat 35

Ia berkata: “Ya Tuhan ku, ampunilah aku dan anugerahkan kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi”.

Dari ayat tersebut di atas menimbulkan pertanyaan yang besar bagi kita, mengapa nabi Sulaiman AS yang sedang sakit berdo’a kepada Allah tidak meminta kesembuhan tetapi langsung meminta diberikan kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudah dia, apakah Nabi Sulaiman ini betul-betul sangat menginginkan kekuasaan yang besar yang menjadi suatu perbuatan yang sangat kontradiksi dengan sifat kenabian umumnya sesuai dengan (Surat Shaad ayat 30-33) :

Shaad ayat 30

“Dan Kami karuniakan kepada Daud, Sulaiman, dia adalah sebaik-baik hamba. Sesungguhnya dia amat ta’at (kepada Tuhannya),”

Shaad ayat 31

“(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore,”

Shaad ayat 32

maka ia berkata: “Sesungguhnya aku menyukai kesenangan terhadap barang yang baik (kuda) sehingga aku lalai mengingat Tuhanku sampai kuda itu hilang dari pandangan”.

Shaad ayat 33

“Bawalah kuda-kuda itu kembali kepadaku”. Lalu ia potong kaki dan leher kuda itu.

Dari surat SHAAD 32 dan 33 menjelaskan bahwa Nabi Sulaiman adalah orang yang selalu ingat Allah dan menghilangkan segala sesuatu yang menghalangi dia untuk ingat kepada Allah seperti harta benda dunia. Oleh karenanya do’a itu sangat bertentangan dengan keinginanya pribadi seperti bapaknya yaitu Nabi Daud as yang suka bertasbih kepada Allah swt :

Al Anbiyaa' : 79

maka Kami telah memberikan pengertian kepada Sulaiman tentang hukum; dan kepada masing-masing mereka telah Kami berikan hikmah dan ilmu dan telah Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Daud. Dan kamilah yang melakukannya. (Al Anbiyaa’:79)

Dan anehnya lagi Allah mengabulkan doa nabi Sulaiman as (Surat Shaad ayat 39-40):

Shaad: 39

Inilah anugerah Kami; maka berikanlah (kepada orang lain) atau tahanlah (untuk dirimu sendiri) dengan tiada pertanggungan jawab.

Shaad:40

Shaad:40

Dan sesungguhnya dia mempunyai kedudukan yang dekat pada sisi Kami dan tempat kembali yang baik.

Yaitu berupa kekuasaan yang mutlak kepada Nabi Sulaiman as tanpa diminta pertangggungan jawaban, karena Allah mengetahui bahwa Nabi Sulaiman as sesungguhnya tidak menghendaki kekuasaan seperti itu dan dia meminta itu dengan tujuan untuk memberi pelajaran kepada umat islam dan membantunya sesuai ayat:

Ali Imran:81

Ali Imran:81

Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: “Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya”. Allah berfirman: “Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadap yang demikian itu?” Mereka menjawab: “Kami mengakui”. Allah berfirman: “Kalau begitu saksikanlah (hai para nabi) dan Aku menjadi saksi (pula) bersama kamu”. (Ali Imran:81)

Perbuatan Nabi Sulaiman as yang mana menjadi pelajaran bagi kita umat islam dan pertolongan seperti apa yang dilakukan oleh Nabi Sulaiman as kepada umat islam:

  1. Ketika dia menundukkan Ratu Balqis (Surat An Naml ayat 30-31):

    An Naml:30

    Sesungguhnya surat itu, dari Sulaiman dan sesungguhnya (isi)nya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang.

    An Naml:31

    Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri”.

    An Naml:35

    An Naml:35

    Dan sesungguhnya aku (Ratu Balqis) akan mengirim utusan kepada mereka dengan (membawa) hadiah, dan (aku akan) menunggu apa yang akan dibawa kembali oleh utusan-utusan itu”.(An Naml:35).

    An Naml:36

    An Naml:36

    Maka tatkala utusan itu sampai kepada Sulaiman, Sulaiman berkata: “Apakah (patut) kamu menolong aku dengan harta? maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik daripada apa yang diberikan-Nya kepadamu; tetapi kamu merasa bangga dengan hadiahmu. (An Naml:36)

    An Naml:37

    An Naml:37

    Kembalilah kepada mereka sungguh kami akan mendatangi mereka dengan balatentara yang mereka tidak kuasa melawannya, dan pasti kami akan mengusir mereka dari negeri itu (Saba) dengan terhina dan mereka menjadi (tawanan-tawanan) yang hina dina”. (An Naml:37)

    Kemudian berlanjut sampai pada ayat 44 dimana:

    An Naml:44

    An Naml:44

    Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana”. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca”. Berkatalah Balqis: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah berbuat zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”. (An naml:44)

    Maka dari ayat tersebut diatas jelaslah nabi Sulaiman as tidak mencari harta dunia dalam menaklukkan kerajaan orang lain–“maka apa yang diberikan Allah kepadaku lebih baik dari apa yang diberikan-Nya kepadamu”–. Dengan sikapnya yang demikian itu maka ratu Balqis masuk islam dengan kesadarannya sendiri–“aku telah berbuat Zalim kepada diriku”–. Dan mengakui Nabi Sulaiman as sebagai utusan Allah–“aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah, Tuhan semesta alam”–. Kemudian keislaman Ratu Balqis diterima Allah SWT dan ini bisa dibandingkan dengan ucapan Fir’aun–“Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah).(Yunus:90)”–. Pengakuan ini tidak bisa diterima Allah SWT karena Fir’aun tidak mengakui Nabi Musa AS dan Harun AS sebagai utusan Allah, pada diri Fir’aun masih ada kesombongan dan merasa dirinya lebih unggul dari Nabi Musa as dan Harun as–”Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar.(Al Baqarah:105)”–.

    Al Qashash:68

    Al Qashash:68

    Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka1135. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia). (Al Qashash:68).

    Dan begitu juga bagi kita umat islam bahwa pegakuan kita beriman kepada Allah SWT itu harus disertai dengan pengakuan Nabi Muhamad SAW sebagai utusan Allah SWT yang dikenal dengan 2 (dua) kalimat syahadat (Ali Imran:31-32):

    Ali Imran:31

    Ali Imran:31

    Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

    Ali Imran:32

    Ali Imran:32

    Katakanlah: “Ta’atilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir”.

    Ratu Balqis masuk islam karena ahlak/perbuatan Nabi Sulaiman yang mulia yaitu dengan membawa singgasana Ratu Balqis dan merubahnya sedikit lebih baik–”Dan ketika Balqis datang, ditanyakanlah kepadanya: “Serupa inikah singgasanamu?” Dia menjawab: “Seakan-akan singgasana ini singgasanaku,(An Naml:42). Dari ayat tersebut diatas jelas kehebatan nabi Sulaiman hanya menyebabkan ratu Balqis menggatakan: “seakan-akan singgasana ini singgasanaku, kami telah diberi pengetahuan sebelumnya dan kami adalah orang-orang yang berserah diri“. (An Naml:42). Dengan perbuatan nabi Sulaiman yang mulia dan dilandasi dengan niat yang mulia yaitu:
    a. Ketika Nabi Sulaiman as menulis surat, beliau memulai dengan Innahu min Sulaimana wa innahu Bismillahirramanirrahim
    b. Nabi Sulaiman as tidak menghancurkan singgasana ratu Balqis tetapi hanya merubahnya sedikit lebih baik tandanya bahwa nabi Sulaiman as tidak ingin menaklukkan ratu Balqis untuk tunduk dan patuh kepada nabi Sulaiman as tetapi hanya untuk menghargainya dan mengajak ratu Balqis untuk tunduk dan patuh kepada Allah swt.

    Ali Imran:79

    Ali Imran:79

    Tidak wajar bagi seseorang manusia yang Allah berikan kepadanya Al Kitab, hikmah dan kenabian, lalu dia berkata kepada manusia: “Hendaklah kamu menjadi penyembah-penyembahku bukan penyembah Allah.” Akan tetapi (dia berkata): “Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Al Kitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya. (Ali Imran:79)

    AN NAML:24

    AN NAML:24

    Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; dan syaitan telah menjadikan mereka memandang indah perbuatan-perbuatan mereka lalu menghalangi mereka dari jalan (Allah), sehingga mereka tidak dapat petunjuk,(An Naml:24)

    c. –”Dikatakan kepadanya: “Masuklah ke dalam istana”. Maka tatkala dia melihat lantai istana itu, dikiranya kolam air yang besar, dan disingkapkannya kedua betisnya. Berkatalah Sulaiman: “Sesungguhnya ia adalah istana licin terbuat dari kaca”“–.(An Naml:44). Dari ayat tersebut jelaslah bahwa Nabi Sulaiman as berlaku lemah lembut dan sangat sopan kepada ratu Balqis: –”Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu ma’afkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu.(Ali Imran:159)”–. Sehingga ratu Balqis berkata: –”Ya Tuhan ku,sesungguhnya aku telah berbuat Zalim terhadap diriku dan aku berserah diri bersama Sulaiman kepada Allah Tuhan semesta alam.(An Naml:44)”–. Dari perkataan ratu Balqis tersebut menjelaskan bahwa Nabi Sulaiman as adalah seorang raja yang rendah hati .

  2. Saba':14

    Saba':14


    Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia telah tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak akan tetap dalam siksa yang menghinakan.(Saba:14)

    Dari ayat tersebut diatas jelaslah apa yang dilakukan nabi Sulaiman as untuk menunjukkan kapada manusia bahwa jin tidak mengetahui hal” yang ghaib, dan perbuatan nabi Sulaiman ini sangat penting karena:

    AL JIN:6

    AL JIN:6

    Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.(Al Jin:6)

    –”bahkan mereka telah menyembah jin1243; kebanyakan mereka beriman kepada jin itu”.(Saba:41)–

  3. Harta Karun Nabi Sulaiman as:apakah Nabi Sulaiman mempunyai harta karun dan kalau ada untuk siapa: –“Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hambanya yang beriman”.(An Naml:15)–
    “Ini termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan ni’mat-Nya). Dan barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barangsiapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.(An Naml:40)–
    Dari do’a tersebut diatas jelaslah bahwa nabi Sulaiman as mendapatkan Fadhilah (karunia) yang sangat besar berupa Mulkan atau kekuasaan yang tidak diberikan kepada orang sesudahnya:
    AN NAML:17

    AN NAML:17

    Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib. (An Naml:17)

    SHAAD:37

    SHAAD:37

    dan (Kami tundukkan pula kepadanya) syaitan-syaitan semuanya ahli bangunan dan penyelam, (Shaad:37).

    Jadi menurut ayat2 di dalam Al Qur’an, Nabi Sulaiman as mempunyai kemampuan untuk menghimpun kekayaan Dunia yang sangat besar, dan ini pasti dilakukan oleh nabi Sulaiman as dan semuanya berupa harta karun yang sangat besar, kalau tidak maka kata Yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku (la yanbaghi min ba’dhi) tidak mungkin ditulis didalam AL Qur’an, karena sudah menjadi kebiasaan manusia yang sangat berkuasa akan mengumpulkan harta sebanyak-banyak nya untuk keturunannya atau dinastinya, maka kalau ini tidak dilakukan maka nabi Sulaiman as berarti kalah dengan Raja2 atau Penguasa2 sesudahnya. Dan harta karun nabi Sulaiman as adalah untuk umat Islam:–“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”(Ali Imran:110)– dan yang mengetahui letak harta karun tersebut adalah nabi Khirdir as karena hanya nabi Khidir yang mengetahui letak harta karun sesuai surat Kahfi ayat 82, karena nabi Khidir as pernah berhubungan dengan nabi Sulaiman as sesuai denga surat Ali Imran ayat 81, dan tidak mungkin harta karun ini untuk bani israil:

    AL BAQARAH:122

    AL BAQARAH:122

    Hai Bani Israil, ingatlah akan ni’mat-Ku yang telah Aku anugerahkan kepadamu dan (ingatlah pula) bahwasanya Aku telah melebihkan kamu atas segala umat.(Al Baqarah:47 & 122)

    Bani Israil diberi Fadhilah adalah cobaan dari Allah swt, apakah dia bersyukur atau ingkar.

Menurut Abdus Sholeh as : Nabi Sulaiman as umurnya 170 tahun. Dan peristiwa ketemu Ratu Balqis umur Nabi Sulaiman as 55 tahun, sewaktu sakit beliau berumur 30 tahun. Dan menjadi Raja pada umur 40 tahun, dan Ratu Balqis kemudian menjadi murid dari Nabi Sulaiman as (bukan menjadi istrinya). Nabi Sulaiman as tidak punya keturunan karena istrinya sudah meninggal sebelum sempat memberi keturunan.

Wa billahi Taufik wal Hidayah

Salamun alaekum

Abu salam 30 Nopember 2009

Credit : Gambar ayat al-Qur’an diatas diambil dari “dudung.net”.

Leave a Reply

Archives